Kenali Infeksi Saluran Kemih dan Penyebab Nyeri saat Berkemih
Table of content:
Infeksi Saluran Kemih (ISK) sering kali dianggap sebagai masalah sepele, namun dampaknya bisa sangat mengganggu. Ketika bakteri atau virus terinfeksi saluran kemih, gejala yang muncul dapat berujung pada ketidaknyamanan ekstrem dan memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Menurut dr. Febriyani, seorang spesialis urologi, ISK terjadi saat patogen seperti bakteri atau virus berkembang biak di saluran kemih. Saluran kemih meliputi ginjal, ureter, dan kandung kemih, yang semuanya bisa terpengaruh oleh infeksi ini.
Dalam penjelasannya, dr. Febriyani menekankan bahwa bakteri Escherichia coli (E. coli) adalah penyebab utama ISK. Bakteri ini biasanya berasal dari saluran pencernaan dan dapat masuk ke saluran kemih melalui uretra, menyebabkan infeksi yang menyakitkan.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa seorang individu yang mengabaikan kebersihan atau memiliki kondisi medis tertentu bisa lebih rentan terhadap infeksi ini. Maka dari itu, pemahaman tentang penyebab dan pencegahannya sangat penting untuk kesehatan saluran kemih.
Faktor Risiko yang Meningkatkan ISK
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan tertentu menjadi penentu utama dalam kecenderungan seorang individu terkena ISK.
Infeksi ini lebih umum terjadi pada perempuan disebabkan oleh kondisi tertentu seperti kehamilan, menopause, dan prolaps organ panggul. Sebaliknya, pada pria, gangguan prostat dapat menjadi faktor risiko yang signifikan.
Penyakit lain, seperti diabetes, batu ginjal, dan gangguan saraf, juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap ISK. Begitu pula dengan aktivitas seksual yang tinggi yang dapat memicu infeksi ini lebih sering.
Memahami Gejala Infeksi Saluran Kemih dengan Lebih Baik
Mendebarkan gejala ISK dapat bervariasi, tetapi ada tanda-tanda umum yang bisa dikenali. Sensasi nyeri atau terbakar saat buang air kecil adalah salah satu gejala yang paling mencolok.
Dalam banyak kasus, individu yang mengalami ISK akan menemukan frekuensi buang air kecil meningkat, tetapi volume urine yang dihasilkan minim. Gejala lain termasuk urine yang berwarna keruh, berbau tajam, hingga mungkin terdapat darah.
Nyeri di area panggul atau perut bagian bawah juga sering dirasakan. Dalam beberapa kasus lebih parah, gejala seperti demam, mual, hingga penurunan tekanan darah dapat muncul, menandakan urgensi untuk mendapatkan penanganan medis.
Cara yang Efektif untuk Mengatasi dan Mencegah ISK
Pencegahan infeksi saluran kemih sangat penting dan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memperbanyak konsumsi air putih, setidaknya delapan gelas sehari untuk menjaga saluran kemih tetap bersih.
Pada wanita, menjaga kebersihan area genital dengan cara yang tepat sangat dianjurkan, yaitu dari depan ke belakang setelah buang air besar. Ini untuk mencegah perpindahan bakteri dari area anus ke uretra dan vagina.
Ganti pembalut atau tampon secara teratur ketika sedang menstruasi juga dapat meminimalkan risiko infeksi. Selain itu, penting untuk buang air kecil setelah berhubungan intim guna mengurangi kemungkinan bakteri masuk ke saluran kemih.
Pentingnya Pemeriksaan Medis untuk ISK yang Berulang
Jika seseorang mengalami infeksi saluran kemih secara berulang, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan spesialis urologi. Hal ini dilakukan untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam, guna menemukan penyebab yang mendasari infeksi tersebut.
Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan kelainan struktural pada saluran kemih atau adanya batu ginjal yang bisa berkontribusi terhadap masalah kecenderungan infeksi.
Mengatasi ISK bukan hanya sekadar meredakan gejala, tetapi penting untuk mengetahui dan menangani penyebab yang lebih dalam agar infeksi tidak terjadi kembali di masa depan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now









