Kota Paling Dingin di Dunia dengan Suhu Menyentuh -64 Derajat Celcius
Table of content:
Bumi memiliki berbagai wilayah dengan suhu ekstrem, dan salah satu kawasan tersebut adalah Yakutsk di Rusia. Menganggapnya sebagai kota terdingin di dunia adalah hal yang tidak berlebihan, mengingat suhu terendah pernah tercatat hingga -64,4°C. Pada Januari 2025, Yakutsk diprediksi akan mengalami suhu rata-rata terendah sekitar -42°C, dengan paparan sinar matahari kurang dari empat jam per hari.
Dalam periode tersebut, kota ini masih menyimpan kehidupan dan aktivitas sehari-hari yang menarik. Yakutsk, meskipun dihadapkan pada kualitas suhu yang membekukan, tetap menjadi tempat tinggal bagi sekitar 355.000 penduduk, yang lebih kurang setara dengan populasi suatu kota besar di Indonesia.
Perbedaan suhu antara musim dingin dan musim panas di Yakutsk sangat mencolok. Pada musim dingin, suhu dapat turun menjadi -35 hingga -42 derajat Celsius, tetapi saat musim panas, kawasan ini dapat mencatat suhu tinggi hingga di atas 26 derajat Celsius pada bulan Juli.
Fenomena Cuaca yang Mempengaruhi Suhu Ekstrem di Yakutsk
Cuaca ekstrem di Yakutsk dapat dikaitkan dengan beberapa fenomena atmosferik yang unik. Salah satu faktor utamanya adalah letaknya yang jauh dari laut, sekitar 725 kilometer dari Laut Okhotsk, yang mengakibatkan ketiadaan modifikasi suhu dari badan air besar tersebut. Fenomena ini mengakibatkan suhu ekstrem yang sulit diprediksi.
Kedua, di suatu waktu, Siberia mengalami sistem tekanan tinggi yang dikenal sebagai Siberian High. Sistem ini membawa massa udara Arktik ke Yakutsk, menciptakan kondisi dingin yang berlangsung lama dan tidak berhenti selama musim dingin. Dalam kondisi ini, suhu dapat terus menerus berada dalam rentang yang membekukan.
Ketiga, irama alami sinar matahari juga berperan penting. Dalam bulan-bulan dingin, kota ini hanya menerima kurang dari empat jam cahaya matahari per hari, yang semakin memperburuk suhu yang dirasakan. Paparan sinar matahari yang minimal ini berkontribusi terhadap kesulitan yang dialami oleh penduduk dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Perubahan Suhu Musiman yang Mencolok di Yakutsk
Di balik semua suhu ekstrem tersebut, Yakutsk memiliki karakteristik unik saat memasuki musim panas. Pada bulan Juli, suhu rata-rata dapat mencapai angka 26°C, menjadikan kota ini terasa hangat dibandingkan dengan beberapa kota besar di dunia. Ini adalah kontras yang mencolok, mengingat suhu musim dingin yang sangat rendah.
Perubahan suhu yang drastis ini mengakibatkan kehidupan yang beradaptasi dengan cepat. Selama musim dingin yang panjang dan keras, penduduk harus berpakaian tebal dan menghadapi tantangan dalam beraktivitas di luar ruangan, sementara saat musim panas, mereka dapat menikmati cuaca yang lebih bersahabat. Ini menciptakan dinamika yang khas di Yakutsk.
Penduduk Yakutsk terutama mengandalkan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam. Banyak di antara mereka bekerja di perusahaan-perusahaan yang terkait dengan penambangan, termasuk salah satu tambang berlian terbesar yang terletak di dekat kota. Hal ini menunjukkan bagaimana suhu ekstrem tidak menjadi penghalang bagi keberlangsungan ekonomi kota.
Kehidupan Sehari-Hari di Kota Terdingin di Dunia
Kehidupan sehari-hari di Yakutsk sangat dipengaruhi oleh iklim yang ekstrem. Dalam kondisi dingin yang luar biasa, kendaraan yang diparkir di luar biasanya harus tetap menyala. Jika tidak, risiko mesin membeku dan tidak dapat dihidupkan kembali menjadi masalah serius yang harus dihadapi oleh penduduk.
Kendati tantangan cuaca mencapai taraf tinggi, masyarakat Yakutsk menunjukkan ketahanan dan inovasi luar biasa. Mereka menemukan cara untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang tidak bersahabat ini, seperti menggunakan pemanas portabel dan mendesain rumah yang mampu mempertahankan suhu hangat di dalamnya.
Bahkan, meski terkenal dengan suhu dinginnya, Yakutsk juga plong menjadi tempat ramai saat musim panas. Aktivitas di luar ruangan muncul kembali, dan masyarakat lokal menikmati segala hal yang ditawarkan oleh musim yang lebih hangat. Ini adalah contoh bagaimana perubahan iklim dapat memengaruhi suasana sosial kota.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







