Hasil Final Piala Dunia BWF 2025: Sabar/Reza Kalahkan Pasangan Malaysia
Table of content:
Pada BWF World Tour Finals 2025, pertandingan ganda putra menyajikan momen penuh ketegangan. Wakil Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, terpaksa mengakui keunggulan pasangan Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, setelah berjuang keras dalam rubber game.
Setelah menutup pertandingan dengan hasil 24-22, 18-21, dan 19-21, harapan tim Indonesia di grup B mengalami tantangan besar. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan di level internasional semakin ketat, dan setiap poin sangat berharga.
Selain itu, Jonatan Christie yang berlaga di tunggal putra juga menghadapi hasil kurang memuaskan di laga pertamanya. Menghadapi Kunlavut Vitidsarn dari Thailand, Jonatan tidak mampu meraih kemenangan, kalah dengan angka 10-21 dan 14-21.
Pertandingan Ganda Putra yang Menegangkan dan Hasil yang Mengecewakan
Ganda putra Indonesia, Fajar dan Fikri, dihadapkan pada tantangan berat melawan pasangan Malaysia yang kuat. Pertandingan berlangsung dengan sengit, di mana mereka saling kejar angka hingga akhir permainan.
Pada set pertama, Fajar/Fikri berhasil mencetak poin dengan selisih tipis, menunjukkan determinasi yang tinggi. Namun, di set kedua, mereka kehilangan momentum dan terpaksa menyerahkan kemenangan pada lawan.
Di set penentu, keadaan semakin dramatis. Meskipun tampil baik, mereka gagal memanfaatkan peluang yang ada dan akhirnya menerima kekalahan yang menyakitkan.
Jadwal Berat Jonatan Christie di Grup A
Jonatan Christie menghadapi tugas berat dalam grup A di BWF World Tour Finals. Dalam pertandingan pertamanya, Jonatan harus bertemu dengan Kunlavut Vitidsarn, yang dikenal memiliki permainan agresif dan stamina yang tinggi.
Meskipun Jonatan memiliki pengalaman yang cukup, ia tidak mampu mempertahankan konsistensi permainan. Kedua set yang dijalani menunjukkan bahwa ia kesulitan menghadapi tekanan dari lawan.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Jonatan perlu melakukan evaluasi mendalam untuk pertandingan selanjutnya. Dukungan dari tim dan pelatih sangat penting agar ia bisa kembali tampil maksimal.
Kekalahan Putri Kusuma Wardani dan Ganda Campuran di Grup B
Di samping itu, Putri Kusuma Wardani juga mengalami nasib serupa dalam pertandingannya. Menghadapi An Se Young dari Korea Selatan, Putri harus berjuang keras dalam rubber game yang sangat menantang.
Setelah kalah di set pertama dengan skor 16-21, Putri menunjukkan semangat juang dengan merebut set kedua 21-8. Namun, di set ketiga, ia kembali gagal mempertahankan performa dan harus mengakui kekalahan dengan 8-21.
Kekalahan ini menambah daftar tantangan yang harus dihadapi atlet Indonesia di turnamen ini. Dapat dipastikan, mereka perlu memperbaiki strategi dan mental dalam menghadapi lawan-lawan selanjutnya.
Sementara itu, di ganda campuran, pasangan Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga mengalami kekalahan di laga grup B. Melawan pasangan dari China, mereka harus berjuang keras namun tetap kalah dengan skor 21-18 dan 21-16.
Melihat hasil performa para atlet Indonesia di juga, tampak bahwa mereka menghadapi persaingan yang sangat sengit di pentas dunia. Meski demikian, setiap kekalahan seharusnya menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan keterampilan dan strategi di masa mendatang.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








