Dukung Pelaksanaan MBG, Mahasiswa UGM Rancang Dapur Cerdas Berbasis AI
Table of content:
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesehatan anak-anak di Indonesia. Inisiatif ini melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang aktif berkontribusi dalam pelaksanaannya melalui pengembangan teknologi inovatif.
Para mahasiswa merancang Sustainable Integrated Kitchen System (SIKE), solusi canggih berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mengoptimalkan program ini dengan mengolah limbah makanan menjadi energi terbarukan. Dengan gagasan revolusioner ini, mereka berhasil mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38.
Inovasi Mahasiswa dalam Mewujudkan Dapur Pintar yang Berkelanjutan
Kontribusi mahasiswa dalam program MBG tak hanya sebatas pada makanan, melainkan juga pemikiran kreatif yang mengarah pada solusi berkelanjutan. Dapur pintar yang mereka rancang bertujuan untuk mengatasi masalah gizi dengan memastikan setiap siswa mendapatkan makanan bergizi secara merata.
Tim yang dipimpin oleh Muhammad Afnand Kabhila menciptakan SIKE untuk menjawab tantangan dalam penyelenggaraan program ini, termasuk masalah manajemen logistik dan selera anak. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyajian makanan bergizi.
Dari pengalaman mereka, mahasiswa menyadari bahwa masalah yang dihadapi sering kali bersumber dari aspek logistik. Oleh karena itu, sistem yang mereka rancang bertujuan untuk menciptakan siklus yang efektif, mengurangi sisa makanan, dan mengubah limbah menjadi sesuatu yang berguna.
Proses Kerja SIKE dalam Mengoptimalkan Nutrisi dan Mengelola Limbah
SIKE bekerja dengan pendekatan dua tingkat, di mana prioritas pertama adalah optimalisasi menu dan rantai pasok. Dengan dukungan AI, sistem ini dapat mengelola stok bahan baku secara real-time, memastikan kelancaran dalam penyediaan makanan bergizi.
Selain itu, SIKE menganalisis kebutuhan gizi siswa berdasarkan preferensi mereka dan ketersediaan pangan lokal. Dengan data ini, program dapat menyesuaikan menu secara dinamis, sehingga anak-anak lebih tertarik untuk mengonsumsi makanan sehat yang disediakan.
Pengolahan limbah makanan menjadi energi terbarukan merupakan aspek penting dalam desain SIKE. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, sistem ini dapat mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dari sisa makanan.
Impak Sosial dan Lingkungan dari Inisiatif Mahasiswa ini
Inovasi mahasiswa dalam menciptakan SIKE tidak hanya memberi dampak positif bagi kesehatan anak-anak, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Dengan mengolah sisa makanan menjadi sumber energi, upaya ini membantu mengurangi tumpukan sampah yang sering menjadi masalah di perkotaan.
Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan muncul kesadaran di kalangan masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan pengelolaan limbah yang bijaksana. Dengan demikian, program MBG tidak hanya bermanfaat untuk gizi anak, tetapi juga untuk keberlanjutan lingkungan.
Mahasiswa berharap, melalui SIKE, mereka dapat menginspirasi generasi selanjutnya untuk lebih peduli terhadap isu-isu kesehatan dan lingkungan. Dengan berkolaborasi, mereka percaya bahwa masalah kompleks seperti ini dapat diatasi secara efektif.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







