Mekanisme Pendanaan Vaksin di RI dengan Harga Terjangkau
Table of content:
Vaksinasi merupakan salah satu langkah terpenting dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai penyakit menular. Di Indonesia, pemerintah berupaya maksimal untuk memastikan ketersediaan vaksin melalui berbagai mekanisme pendanaan yang efektif.
Organisasi kesehatan internasional, seperti Pan American Health Organization (PAHO), telah menempatkan pendanaan kesehatan sebagai salah satu agenda utama mereka. Langkah ini diambil demi menjamin distribusi dan ketersediaan vaksin yang memadai untuk seluruh negara anggotanya.
Dalam konteks ini, PT Bio Farma (Persero) memberikan perhatian khusus terhadap pengadaan vaksin. Mereka telah menerapkan sejumlah strategi untuk menarik produsen lokal agar lebih aktif dalam menjalin kerja sama.
Strategi Pendanaan Vaksin di Indonesia yang Efektif dan Berkelanjutan
Indonesia menunjukkan komitmen yang tinggi dalam pengadaan vaksin dengan sistem terpusat. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan UNICEF untuk menjamin pasokan yang stabil dan harga yang kompetitif.
Direktur Manajemen dan Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan, Agusdini Banun Saptaningsih, mengungkapkan bahwa pengadaan vaksin terpusat memberikan banyak keuntungan. Misalnya, kontrak multi-pemasok dan mekanisme e-katalog mendukung keterlibatan produsen lokal, baik dari Bio Farma maupun pihak lainnya.
Ada beberapa langkah konkret yang diambil, termasuk mendukung keberlanjutan produksi vaksin dalam negeri. Langkah-langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan rantai pasok vaksin.
Pentingnya Produksi Vaksin Lokal untuk Kemandirian Kesehatan
Produksi vaksin lokal menjadi salah satu fokus utama dalam kebijakan kesehatan nasional. Kementerian Kesehatan mendorong agar produk yang dihasilkan memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Keberadaan Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) yang dibiayai melalui hibah menjadi contoh nyata. Program ini dilaksanakan sesuai dengan peraturan pengadaan umum nasional dan memprioritaskan produk lokal.
Tindakan ini tidak hanya meningkatkan kemandirian bangsa, tetapi juga menjamin kualitas dan keamanan vaksin yang digunakan oleh masyarakat. Semua langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai transformasi kesehatan nasional yang lebih baik.
Inovasi dalam Pembiayaan untuk Program Vaksinasi
Kementerian Kesehatan juga mengusung berbagai strategi pembiayaan inovatif untuk meningkatkan efisiensi dalam pengiriman vaksin. Salah satu contohnya adalah program pasar lanjutan yang mencermati model-model sukses dari organisasi internasional.
Indonesia berusaha memperoleh vaksin dengan harga yang sangat terjangkau. Sebagai contoh, vaksin PCV ditawarkan dengan harga USD2,80 per dosis untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Dalam kondisi normal, harga vaksin ini bisa mencapai USD21,20 per dosis, menunjukkan upaya keras pemerintah untuk mendukung akses vaksin bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peran Strategis Bank Dunia dalam Pembiayaan Kesehatan
Selain berbagai strategi lokal, dukungan internasional juga berperan penting. Bank Dunia telah menyetujui pinjaman sebesar USD300 juta untuk mendukung program penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.
Dana ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam pengurangan prevalensi penyakit serta meningkatkan sistem kesehatan secara keseluruhan. Ini adalah contoh bagaimana kerjasama internasional dapat memperkuat resolusi lokal.
Dengan kombinasi berbagai mekanisme pendanaan dan dukungan dari berbagai pihak, Indonesia berupaya menjadikan vaksinasi sebagai salah satu jaminan kesehatan bagi masyarakat, mewujudkan masa depan yang lebih sehat dan berdaya saing. Ini adalah langkah maju yang penting dalam menghadapi tantangan kesehatan di era modern.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








