Purbaya Perketat Pemeriksaan Barang di Bea Cukai
Table of content:
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana untuk memperketat pengawasan terhadap arus barang di jalur hijau Bea Cukai. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan penegakan hukum dan kepatuhan di sektor logistik nasional.
Namun, pengetatan ini berisiko memperpanjang waktu dwelling time atau lama inap barang di pelabuhan, yang dapat berdampak pada efisiensi operasional. Purbaya sedang mencari solusi agar kebijakan tersebut tidak menghambat arus logistik secara keseluruhan.
Dalam penjelasannya, Purbaya menyatakan bahwa saat ini rata-rata dwelling time mencapai tiga sampai tiga setengah hari. Penerapan pemeriksaan yang lebih ketat bisa berpotensi menambah waktu pemeriksaan dan memengaruhi proses bongkar muat barang.
Strategi Pengawasan Baru untuk Mempercepat Proses Logistik
Purbaya mengakui bahwa pengetatan pemeriksaan di jalur hijau akan berimbas pada waktu bongkar muat. Oleh sebab itu, timnya tengah merancang strategi yang dapat meminimalisir dampak negatif dari kebijakan ini terhadap arus barang.
“Saya sudah berdiskusi dengan tim terkait, dan kami akan berupaya untuk menjaga kecepatan arus barang tetap optimal. Pemeriksaan yang lebih ketat harus diimbangi dengan inovasi dalam proses untuk menghindari penumpukan barang,” ungkapnya.
Dia juga menekankan pentingnya sistem yang efisien untuk mendeteksi potensi pelanggaran tanpa harus memeriksa seluruh barang. Dengan cara ini, diharapkan proses logistik tetap berjalan lancar dan biaya tetap terkendali.
Pentingnya Kebijakan Pemeriksaan yang Tepat Sasaran
Dalam rencananya, Purbaya mengusulkan agar pemeriksaan jalur hijau dilakukan secara acak atau random check terhadap sebagian kecil barang. Dengan metode ini, diharapkan tidak semua barang harus diperiksa, sehingga mempercepat proses pengeluaran barang dari pelabuhan.
“Pemeriksaan random dapat dilakukan pada 20 hingga 30 persen barang saja. Tidak semua barang seharusnya diperiksa secara menyeluruh, karena itu memakan waktu dan menambah biaya,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pengawasan dan efisiensi arus logistik. Dengan demikian, biaya logistik yang dihadapi oleh para pelaku usaha dapat diminimalkan.
Pengaruh Kebijakan Terhadap Industri dan Ekonomi Nasional
Penerapan kebijakan baru ini diharapkan memberikan dampak positif pada industri dan ekonomi nasional. Dengan mengurangi dwelling time, maka rantai pasok barang akan lebih efisien, yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing produk lokal.
Iklim investasi yang lebih baik juga diharapkan tercipta, seiring dengan pengurangan biaya logistik. Pada gilirannya, hal ini dapat menarik lebih banyak investor untuk berinvestasi di Indonesia.
Purbaya menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil harus selaras dengan kebijakan pemerintah untuk memajukan perekonomian nasional. Oleh karena itu, kolaborasi antara berbagai pihak menjadi sangat penting.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







