Harta Kekayaan Rp74 Miliar dan Gaji Rp100 Juta Deputi Gubernur BI
Table of content:
Thomas Djiwandono, yang baru saja dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), memiliki harta kekayaan yang mencapai Rp74,4 miliar. Sebelum bergabung dengan BI, Thomas menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan mulai tahun 2024, dan kini peran barunya menarik perhatian banyak pihak.
Kekayaan yang dimiliki oleh Thomas tidak terlepas dari pengalamannya di sektor pemerintahan dan keuangan. Dengan tanggung jawabnya yang baru, banyak yang bertanya-tanya seberapa besar kekayaan dan gaji yang akan diterima oleh Thomas Djiwandono dalam posisi ini.
Rincian Harta Kekayaan Thomas Djiwandono yang Terus Meningkat
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 23 Januari 2025, total harta kekayaan Thomas mencapai Rp74.497.761.234. Angka ini merupakan akumulasi harta yang didapatkan selama kariernya, terutama selama menjabat sebagai Wamenkeu.
Harta kekayaan terbesar yang dimiliki Thomas berasal dari tanah dan bangunan. Salah satu aset tersebut adalah sebidang tanah di Jakarta Selatan seluas 2.646 m2 yang nilainya ditaksir sekitar Rp40,5 miliar, mencerminkan potensi investasi yang menjanjikan.
Selain properti, Thomas juga memiliki beberapa kendaraan dan mesin dengan nilai total mencapai Rp4,21 miliar. Di antara kendaraan tersebut, terdapat mobil Toyota Alphard dan Lexus, yang menunjukkan gaya hidup serta status sosialnya di kalangan pejabat publik.
Selain itu, Thomas Djiwandono tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp1,81 miliar. Harta ini meliputi berbagai investasi yang diharapkan dapat mendukung kekayaannya di masa depan.
Status Utang dan Likuiditas Harta Thomas Djiwandono
Satu hal menarik dari harta kekayaan Thomas Djiwandono adalah bahwa ia tidak memiliki utang. Hal ini menunjukkan bahwa Thomas telah berhasil mengelola kekayaannya dengan baik, sehingga bisa beroperasi tanpa beban finansial eksternal.
Dari laporan yang ada, total kas dan setara kas yang dimiliki Thomas mencapai Rp14,82 miliar. Tingginya likuiditas ini memberikan Thomas fleksibilitas finansial yang kuat dalam mengelola risikonya di masa mendatang.
Dalam konteks kepemimpinannya di BI, posisi ini memberikan tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat posisi finansial negara. Dengan pengalaman sebelumnya, diharapkan Thomas dapat menghadapi berbagai tantangan ekonomi jumlah yang ada.
Kekayaan yang dimiliki Thomas mencerminkan perjalanan karirnya yang panjang dan dedikasinya dalam bidang keuangan dan pemerintahan. Ini menjadi inspirasi bagi para pegawai negeri lainnya untuk mengelola kekayaan dan karir dengan lebih baik.
Tanggung Jawab Sebagai Deputi Gubernur dan Dampaknya
Dalam perannya sebagai Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono diharapkan untuk membawa perubahan positif di sektor moneter dan keuangan. Eksperieninya sebagai Wakil Menteri Keuangan menjadi modal berharga untuk menjalankan tanggung jawab ini dengan baik.
Thomas akan terlibat dalam pembuatan kebijakan yang berdampak langsung pada perekonomian nasional. Dengan latar belakang yang kuat, ia diharapkan mampu memberikan solusi atas tantangan yang dihadapi oleh lembaga keuangan di Indonesia.
Sikap transparansi dalam mengelola keuangan negara menjadi fokus utama. Hal ini untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BI dan juga pemerintah.
Tanggung jawab yang diemban Thomas tidak hanya berkaitan dengan keuangan, tetapi juga mencakup aspek sosial. Oleh karena itu, perlunya pendekatan yang berkelanjutan dalam mengadministrasikan kekayaan negara menjadi sangat penting.
Harapan Masyarakat Terhadap Kinerja Thomas Djiwandono
Masyarakat berharap besar terhadap kinerja Thomas Djiwandono sebagai Wakil Gubernur BI. Harapan tersebut berlandaskan pada pengalamannya yang kaya di bidang keuangan dan kemampuan manajerial yang telah terbukti.
Dalam jangka pendek, fokus Thomas akan terarah pada stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi. Keduanya menjadi aspek yang sangat penting untuk kemakmuran negara dan kesejahteraan rakyat.
Pendidikan finansial di masyarakat juga menjadi salah satu prioritas. Thomas diharapkan dapat memfasilitasi program-program yang memperkenalkan pemahaman tentang keuangan kepada masyarakat luas, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi finansial.
Menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat, Thomas juga harus siap untuk mendengar masukan dari berbagai pihak. Komunikasi yang efektif dengan stakeholder merupakan kunci untuk mencapai tujuan bersama dalam menyongsong perekonomian yang lebih baik.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








