Rp 9,1 Triliun Hilang karena Penipuan Digital, Pemerintah Rencanakan Verifikasi SIM Biometrik
Table of content:
Pemerintah Indonesia mencatat kerugian yang besar akibat penipuan dan kejahatan digital, mencapai Rp 9,1 triliun sejak November 2004. Masalah ini semakin mendesak, mengingat ancaman sebagian besar bersumber dari penyalahgunaan identitas digital, terutama nomor telepon yang belum terverifikasi dengan baik.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, melaporkan bahwa ekosistem pembayaran digital di Indonesia mengalami kerugian sekitar Rp 4,6 triliun hingga Agustus 2025. Hal ini menunjukkan bahwa tidak sedikit pengguna internet di Indonesia, sekitar 22 persen, pernah menjadi korban kejahatan digital.
Dalam pembukaan acara Sematik di Jakarta, Meutya mengingatkan bahwa banyak modus penipuan yang semakin beragam, mulai dari penipuan daring hingga penipuan berbasis manipulasi psikologis. Keadaan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan ruang digital.
Ancaman Digital di Indonesia dan Dampaknya Terhadap Masyarakat
Angka kerugian yang mencapai triliunan rupiah menandakan bahwa ancaman digital bukanlah hal sepele. Modus operandi pelaku kejahatan semakin kompleks, sehingga memerlukan perhatian dari berbagai pihak untuk menangkalnya.
Data yang bocor dari 5 hingga 10 tahun lalu masih digunakan oleh para pelaku kejahatan saat ini. Hal ini mengindikasikan bahwa perlunya tindakan pencegahan dan pemulihan dari masalah keamanan siber semakin mendesak.
Salah satu perhatian besar adalah penggunaan nomor telepon sebagai pintu masuk bagi penipuan dan kejahatan digital. Dengan memanfaatkan data lama, pelaku dapat mengelabui korban melalui berbagai saluran, baik itu pesan teks, panggilan telepon, atau tautan berbahaya yang bisa merugikan pengguna.
Inisiatif untuk Memperkuat Keamanan Digital di Indonesia
Menanggapi tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital meluncurkan layanan Semantik. Ini merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan keamanan dan kepercayaan di dalam ekosistem identitas serta layanan digital di Indonesia.
Layanan Semantik ditujukan untuk menjamin bahwa identitas digital yang digunakan adalah sah dan terverifikasi. Dengan demikian, masyarakat akan terlindungi dari potensi penyalahgunaan data yang dapat merugikan.
Fokus utama dari program ini mencakup pengetatan registrasi untuk kartu SIM. Langkah-langkah tersebut antara lain meliputi penerapan verifikasi berbasis biometrik dan pembatasan jumlah nomor yang dapat dimiliki oleh individu.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Menciptakan Ruang Digital yang Aman
Pemerintah menyadari bahwa penguatan tata kelola ruang digital bukan hanya urusan keamanan semata. Ini berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi, layanan publik, serta kepercayaan masyarakat terhadap transformasi digital yang sedang berlangsung.
Melalui kerjasama lintas kementerian, operator telekomunikasi, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan inisiatif Semantik dapat menciptakan ruang digital Indonesia yang lebih aman dan tertib. Keberhasilan dari kolaborasi ini sangat bergantung pada komitmen semua pihak.
Pemerintah juga berharap bahwa kehadiran layanan Semantik akan menjadi fondasi bagi pengembangan ekosistem digital yang berkelanjutan. Dengan menciptakan standar yang tinggi dalam hal keamanan identitas, masyarakat bisa lebih percaya dalam menjalani berbagai aktivitas digital.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







