Kolaborasi BPOM RI dan Regulator Singapura untuk Pengawasan Obat di ASEAN
Table of content:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) baru-baru ini memperkuat kemitraan dengan Health Sciences Authority (HSA) Singapura. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dan CEO HSA, Dr. Raymond Chua, pada 15 Januari 2026.
Kolaborasi ini bukan hanya sekedar formalitas, tetapi juga membawa harapan baru untuk pengawasan obat dan produk kesehatan di kawasan ASEAN. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan akan tercipta sistem regulasi yang lebih efektif dan efisien.
Melalui MoU ini, kedua pihak berkomitmen untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk kesehatan. Ini dilakukan dengan menciptakan transparansi dan saling pengakuan dalam pengawasan produk.
Peran Strategis BPOM dalam Kerja Sama Internasional
BPOM sebagai lembaga pengawas obat dan makanan di Indonesia memiliki peranan yang sangat penting dalam melindungi masyarakat. Kerja sama ini diharapkan dapat memfasilitasi pertukaran informasi mengenai regulasi dan pengawasan produk kesehatan.
Menurut Taruna Ikrar, MoU ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan regulatori nasional. Dengan kolaborasi yang lebih kuat, Indonesia dapat berkontribusi lebih banyak dalam pengembangan regulasi kesehatan di tingkat internasional.
Dengan adanya pertukaran informasi, para regulator dapat belajar dari pengalaman satu sama lain dan menerapkan praktik terbaik. Ini akan meningkatkan kualitas pengawasan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang beredar di pasaran.
Ruang Lingkup Kerja Sama dan Manfaatnya
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup berbagai aspek penting dalam pengawasan obat dan produk kesehatan. Salah satu fokus utama adalah joint assessment untuk produk obat yang diusulkan untuk dipasarkan.
Kegiatan ini tentu saja melibatkan pengembangan kriteria fasilitas uji klinik dan mekanisme inspeksi yang berbasis risiko. Pendekatan semacam ini diharapkan dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk memproses izin edar produk.
Selain itu, terdapat rencana untuk mengadakan pelatihan dan lokakarya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas staf kedua lembaga dalam menghadapi tantangan baru di bidang kesehatan.
Manfaat bagi Masyarakat dan Pelaku Industri Kesehatan
Kerja sama antara BPOM dan HSA diharapkan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan adanya sistem pengawasan yang lebih terintegrasi, masyarakat berhak mendapatkan akses terhadap obat dan produk kesehatan yang lebih aman.
Dengan implementasi standar internasional, produk kesehatan yang beredar di Indonesia diharapkan memenuhi kriteria yang lebih ketat. Hal ini akan melindungi konsumen dari produk yang tidak memenuhi syarat.
Di sisi lain, kolaborasi ini juga berdampak positif bagi pelaku industri kesehatan. Dengan mengikuti standar dan regulasi yang disepakati, produsen dapat lebih mudah menembus pasar internasional.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







