Mata Uang Iran Sentuh Nilai Tukar 0 Euro, Ini Faktanya
Table of content:
Situasi mata uang Iran yang kini menyentuh nilai tukar 0 Euro telah menciptakan banyak perhatian di berbagai belahan dunia. Depresiasi drastis mata uang nasional, rial, ini menunjukkan dampak serius dari inflasi dan ketegangan yang melanda negara tersebut.
Dari data terbaru, satu rial kini bernilai sangat rendah, membuat ratusan ribu rial hanya setara dengan satu Euro. Kondisi ini jelas mengganggu stabilitas ekonomi dan daya beli penduduk setempat.
Rincian Terbaru tentang Nilai Tukar Rial Iran
Kemerosotan nilai tukar rial Iran terungkap ketika satu rial setara dengan 0,00000086 Euro per tanggal 11 Januari 2026. Dalam hitungan yang lebih sederhana, ini berarti satu Euro dapat ditukar dengan 1.161.170 rial, sebuah angka yang mencengangkan.
Dalam mata uang dolar AS, situasi serupa terjadi, di mana satu rial hanya bernilai 0,0000010 dolar. Angka ini sekaligus mencerminkan tingginya inflasi, yang telah menembus batas 40 persen di negara tersebut.
Dengan harga pangan yang melambung hingga lebih dari 60 persen, sehari-hari penduduk Iran semakin tertekan. Daya beli mereka terus menyusut, seiring dengan melemahnya mata uang yang telah terjadi selama bertahun-tahun.
Sejarah dan Konteks Ekonomi Iran
Melemahnya mata uang Iran tidak terjadi begitu saja; itu adalah hasil dari perjalanan panjang yang bermula sejak revolusi Iran di tahun 1979. Saat itu, dolar AS setara dengan sekitar 70 rial, tetapi dalam kurun waktu yang singkat, angka ini meroket hingga melebihi 1,4 juta rial di tahun 2026.
Analisis menunjukkan bahwa mata uang Iran telah kehilangan lebih dari 20.000 kali nilai tukarnya selama empat dekade terakhir. Hal ini tentu saja menunjukkan ketidakstabilan ekonomi yang cukup parah.
Pemerintah Iran dalam berbagai kesempatan mengaitkan kondisi ini dengan sanksi global dan ketegangan diplomatik. Mereka merasa bahwa faktor eksternal ini sangat memengaruhi kondisi ekonominya yang semakin memburuk.
Protes dan Ketegangan Sosial yang Menyertai Devaluasi Mata Uang
Perubahan drastis dalam nilai mata uang juga memicu protes massal di seluruh Iran. Rakyat semakin merasa tertekan oleh kondisi ekonomi yang memburuk akibat inflasi dan harga barang yang melambung tinggi.
Dari berbagai laporan, tindakan keras oleh pasukan keamanan terhadap para demonstran semakin memperburuk suasana. Ketidakpuasan yang merajalela ini menunjukkan betapa kritisnya situasi sosial di negara yang kaya akan sejarah ini.
Ketegangan internasional juga berkontribusi pada situasi yang semakin tidak menguntungkan. Negosiasi yang mandek dan sanksi yang terus berlanjut semakin membuat posisi Iran di pasar global menjadi rentan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







