Masalah Kesehatan yang Dikeluhkan Warga Aceh Tamiang 1,5 Bulan Setelah Banjir
Table of content:
Setelah bencana banjir yang melanda Aceh Tamiang, banyak warga tak hanya harus menghadapi kerusakan pada properti mereka, tetapi juga ancaman kesehatan yang serius. Masalah kesehatan yang muncul pascabencana ini berdampak besar bagi kehidupan sehari-hari mereka.
Keadaan lingkungan setelah banjir, yang ditandai dengan banyak debu dan kotoran, menciptakan risiko kesehatan yang nyata. Dokter yang bertugas mengungkapkan bahwa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) kini menjadi masalah utama yang diderita oleh masyarakat setempat.
Salah satu tenaga kesehatan, dokter Selly Famela Chasandra, menyatakan bahwa tingginya angka ISPA disebabkan oleh kondisi lingkungan yang berdebu. Banyak orang yang mengeluh mengalami gejala seperti batuk dan sesak napas setelah banjir surut.
Selain ISPA, terdapat pula peningkatan kasus penyakit kulit yang disebabkan oleh kotoran dan air banjir, serta gangguan pencernaan. Penyakit seperti diare dan dispepsia mulai banyak dijumpai di masyarakat akibat pola hidup yang terganggu pascabencana.
Keluhan-keluhan lain juga mulai muncul seiring dengan proses pemulihan pascabencana. Warga sering kali mengalami cedera ringan, seperti terjatuh saat membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir, menunjukkan betapa bahayanya situasi saat ini.
Tantangan Kesehatan Pasca Banjir di Aceh Tamiang
Pascabanjir, fokus utama adalah membantu masyarakat mendapatkan perawatan yang memadai. Banyak dari mereka yang kembali ke rumah tetap merasakan dampak psikologis dari bencana tersebut, yang mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Masyarakat yang tinggal di lingkungan yang tidak bersih juga lebih rentan mengalami infeksi. Terbatasnya akses ke fasilitas kesehatan yang memadai semakin memperburuk kondisi mereka, terutama di daerah terpencil.
Dokter Selly mencatat bahwa kadar stres dalam masyarakat meningkat, yang juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik. Kesehatan mental dan fisik saling terkait, sehingga perhatian pada satu aspek juga akan berpengaruh pada aspek lainnya.
Selain masalah fisik, ada pula tantangan distribusi obat dan perawatan medis. Untuk menangani lonjakan masalah kesehatan ini, diperlukan kerja sama antara pemerintah dan organisasi kesehatan untuk memberikan bantuan yang efektif.
Keberadaan relawan kesehatan sangat membantu dalam memberikan pelayanan medis dan informasi seputar kesehatan kepada masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi tetap besar dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Penyakit Umum yang Diderita Masyarakat Pasca Banjir
Dari berbagai kasus yang ditangani, ISPA merupakan penyakit yang paling umum terjadi. Menurut dokter, kondisi ini dapat diatasi jika masyarakat diberikan edukasi dan akses terhadap pengobatan yang tepat.
Penyakit kulit juga menjadi masalah yang signifikan, ditandai dengan munculnya gatal-gatal dan infeksi. Sering kali, kurangnya pengetahuan tentang kebersihan dan perawatan diri berkontribusi pada masalah ini.
Diare dan dispepsia juga tidak kalah menjadi perhatian. Pengelolaan pola makan yang kurang baik saat dan setelah bencana dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pencernaan.
Kejadian-kejadian lainnya, seperti jatuhnya orang dalam proses membersihkan rumah atau tergores benda tajam, juga menjadi masalah kesejahteraan yang perlu diatasi. Kecelakaan kecil ini sering kali tidak dianggap serius, padahal dapat menimbulkan infeksi jika tidak ditangani dengan benar.
Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih dalam mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan selepas bencana, baik fisik maupun mental. Edukasi dan program kesehatan sebagai kelanjutan dari penanganan bencana krusial dilakukan untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan lebih lanjut.
Pentingnya Kerjasama dari Berbagai Pihak untuk Menanggulangi Krisis Kesehatan
Tangani masalah kesehatan secara kolektif menjadi langkah terbaik dalam menghadapi krisis pascabencana. Kerjasama antara tenaga medis, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah diharapkan dapat membawa dampak positif.
Pemberian bantuan medis dan informasi kesehatan menjadi prioritas utama yang harus dilakukan. Harus ada partisipasi aktif dari masyarakat untuk menyebarluaskan informasi dan pengobatan yang diperoleh agar lebih banyak orang yang terbantu.
Warga juga diharapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan mereka sendiri. Kesadaran akan pentingnya kebersihan dapat sangat meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan setelah bencana.
Program pemulihan harus fokus tidak hanya pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Pelayanan psikologis perlu diberikan kepada mereka yang merasa terguncang akibat peristiwa bencana.
Secara keseluruhan, penanganan masalah kesehatan di Aceh Tamiang pascabencana membutuhkan effort dari semua pihak. Ketahanan masyarakat dalam menghadapi krisis akan sangat bergantung pada kerjasama ini untuk mencapai pemulihan yang lebih baik.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now










