Target Penyerapan Beras 4 Juta Ton oleh Bulog di 2026, Apakah Bisa Tercapai?
Table of content:
JAKARTA – Perum Bulog baru saja mengumumkan target penyerapan beras yang ambisius untuk tahun 2026, yaitu sebesar 4 juta ton. Target ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan realisasi penyerapan tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 3 juta ton.
Pengumuman ini dibuat setelah dilangsungkannya Rapat Kerja Nasional pada 11–12 Januari 2026 di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta. Ini mencerminkan komitmen lembaga dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Selain beras, Bulog juga memiliki strategi untuk menampung komoditas lain, seperti jagung, kedelai, dan minyak goreng. Penyerapan jagung ditargetkan mencapai 1 juta ton, sementara kedelai diharapkan tercapai sebanyak 70 ribu ton, dengan penyaluran minyak goreng mencapai 720 ribu kiloliter.
Strategi Penyediaan Pangan Nasional yang Berkelanjutan
Dalam rakernas tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal, menegaskan akan ada komitmen kuat untuk menjaga kemandirian pangan nasional. Ia juga mengungkapkan pentingnya strategi yang berkelanjutan dalam mencapai swasembada pangan sepanjang tahun 2026.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjaga kesinambungan dalam penyaluran beras dengan target sebesar 1,5 juta ton. Ini berbeda dari tahun sebelumnya yang sering mengalami gangguan dalam penyaluran.
Rizal menambahkan bahwa target penyaluran SPHP jagung ditetapkan sebesar 500 ribu ton. Ini menunjukkan betapa seriusnya Bulog dalam menghadapi tantangan distribusi pangan di tanah air.
Tindakan Spesifik untuk Memastikan Kualitas dan Ketersediaan
Untuk mendukung kualitas dalam pengadaan, Bulog akan menerapkan kebijakan penyerapan gabah berdasarkan prinsip any quality. Ini akan diimbangi dengan persyaratan usia panen yang optimal demi menjaga mutu hasil pertanian.
Dengan kebijakan ini, diharapkan kualitas beras yang dipasarkan bisa terjaga dengan baik. Ini sangat penting agar konsumen mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Penerapan standar kualitas ini juga mencerminkan perhatian Bulog terhadap aspek kesehatan masyarakat. Selain itu, meningkatkan kepuasan konsumen merupakan target jangka panjang yang ingin dicapai.
Rencana Ekspor dan Strategi Penyaluran Lebih Lanjut
Selain penyerapan dalam negeri, Bulog juga berencana melakukan ekspor beras premium hingga mencapai 1 juta ton. Rencana ini akan dilakukan dengan tetap memperhatikan kecukupan stok pangan nasional.
Ekspor beras merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian petani dan mendukung keberlanjutan industri pangan. Dengan demikian, pasar internasional dapat menjadi alternatif bagi kelebihan stok dalam negeri.
Dalam rangka mencapai target-target tersebut, penting bagi Bulog untuk merumuskan pendekatan penyaluran yang baik. Penjualan beras premium dan medium ke pasar umum juga ditargetkan mencapai 2,5 juta ton.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now






