Pengguna Internet Indonesia Dikuasai Gen Z dan Alpha, Psikolog Bahas Tantangan Perkembangan Anak
Table of content:
Penggunaan internet di Indonesia terus meroket dan mencapai angka yang mencengangkan, yaitu 80,66 persen di tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 229,4 juta jiwa dari populasi mencoba untuk terhubung ke dunia digital, membuat kita semakin tersedot ke dalam berbagai dinamika yang ditawarkan oleh teknologi.
Menurut pengamat sosial, transformasi digital tidak hanya membawa keuntungan besar, tetapi juga tantangan yang perlu dihadapi dengan bijaksana. Salah satu tantangan utama yang harus dihadapi adalah dampak terhadap perkembangan individu, terutama di kalangan generasi muda.
Dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Fakultas Psikologi, para ahli menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mengelola tantangan ini. Sinergi ini diperlukan agar anak-anak bisa berkembang dengan seimbang di dunia yang semakin terhubung.
Peran Keluarga dalam Menghadapi Era Digital yang Makin Maju
Dalam konteks perkembangan individu, peran keluarga sangatlah krusial. Keluarga diharapkan bertindak sebagai pondasi utama untuk membentuk karakter dan kesehatan mental anak di era digital ini.
Oleh karena itu, metodologi pengasuhan perlu mengalami transformasi yang perlu disikapi dengan bijak. Pergeseran dari pendekatan kontrol menjadi kolaboratif bisa jadi strategi yang lebih efektif untuk mendukung anak-anak.
Tindakan kolaborasi ini seharusnya melibatkan semua anggota keluarga, terutama peran ayah yang sering kali diabaikan. Ayah bisa menjadi model yang baik dalam menunjukkan bagaimana berinteraksi dengan dunia digital secara positif.
Tantangan yang Dihadapi Generasi Muda di Era Digital
Keberadaan internet memberikan akses tak terbatas terhadap berbagai informasi, namun ada tantangan yang signifikan. Salah satu tantangan terbesar adalah paparan terhadap konten-konten yang tidak sehat yang bisa berdampak negatif pada perkembangan anak.
Selain itu, dinamika sosial dan emosional juga berperan dalam bagaimana anak-anak merespons perkembangan teknologi. Manipulasi informasi dan perilaku online juga menjadi isu yang mengancam kesehatan mental mereka.
Profesor Tina Afiatin mencatat bahwa pembentukan identitas di era digital menjadi lebih rumit. Anak-anak perlu belajar untuk menyeleksi informasi dan membentuk identitas mereka dengan bijak agar tidak terjebak dalam tekanan sosial yang ada di dunia maya.
Pentingnya Pendidikan Digital untuk Anak-anak
Pendidikan tentang cara menggunakan teknologi secara bijak menjadi keharusan dalam konteks ini. Sekolah harus memfasilitasi anak-anak untuk memahami manfaat dan risiko berinteraksi di dunia digital.
Program sekolah bisa mencakup pelajaran tentang literasi digital yang akan membantu siswa dalam menavigasi dunia maya. Mengedukasi mereka tentang cara mengenali berita palsu dan menjaga privasi juga sangat penting.
Pendidikan digital bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Keluarga perlu terlibat dalam mendidik anak-anak untuk menjadi pengguna internet yang bertanggung jawab.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







