Pelari Marathon Mempunyai Risiko Lebih Tinggi Terkena Kanker Usus Besar
Table of content:
Studi baru yang dipresentasikan dalam American Society of Clinical Oncology (ASCO) mengungkapkan bahwa para pelari jarak jauh memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami advanced adenomas, sejenis polip usus yang dapat berkembang menjadi kanker. Penelitian ini melibatkan analisis kolonoskopi terhadap seratus pelari marathon dan ultramarathon berusia antara 35 hingga 50 tahun.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah dari partisipan memiliki polip, sementara 15% di antara mereka ditemukan memiliki advanced adenomas. Angka ini sangat mencolok jika dibandingkan dengan populasi umum yang berada di kisaran 1,2% hingga 6%.
Dr. Timothy L. Cannon, seorang onkolog dari Inova Schar Cancer Institute di Virginia, menyatakan bahwa temuan ini mencurigakan. Ia berpendapat bahwa adanya kasus kanker usus besar stadium IV pada beberapa atlet yang berusia di bawah 40 tahun bisa jadi berkaitan dengan aktivitas fisik ekstrem mereka.
Temuan lain yang mencolok adalah tingginya insiden perdarahan rektal setelah berlari. Sekitar 30% partisipan melaporkan mengalami perdarahan, yang lebih umum terjadi pada mereka dengan advanced adenomas, dengan perbandingan 53% berbanding 22% untuk mereka yang tidak memiliki polip berbahaya. Banyak atlet sering menganggap perdarahan ini sebagai hal yang wajar.
Fisiologi Lari Jarak Jauh dan Dampaknya terhadap Kesehatan Usus
Para peneliti menduga bahwa saat berlari jarak jauh, aliran darah cenderung teralihkan ke otot kaki, mengakibatkan usus mengalami kekurangan suplai darah atau iskemia. Hal ini bisa memicu peradangan di usus, yang berpotensi meningkatkan risiko kerusakan sel dan mutasi.
Pola makan juga dianggap menjadi faktor utama dalam masalah ini. Dr. Cannon mencatat bahwa banyak pelari yang mengkonsumsi makanan ultra-proses, seperti bar energi dan gel, serta sering mengkonsumsi minuman dari botol plastik.
Sebagian dari peserta juga mengikuti pola diet vegetarian atau vegan, yang mungkin berdampak pada kesehatan usus mereka. Tim peneliti sedang merencanakan survei yang lebih mendalam untuk mengeksplorasi hubungan antara pola makan, mikrobioma usus, dan program latihan yang diterapkan oleh para atlet tersebut.
Kritik Terhadap Metodologi Penelitian dan Implikasinya
Profesor Thomas F. Imperiale dari Indiana University menyoroti bahwa meskipun hasil penelitian ini menarik, ada beberapa keterbatasan metodologis yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah penggunaan data historis sebagai pembanding yang mungkin tidak lagi relevan.
Ia menambahkan bahwa patokan prevalensi adenoma lanjut sebesar 1,2% didasarkan pada data kolonoskopi dari 25 tahun lalu. Menurutnya, pembanding yang lebih mutakhir harus digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.
Selain itu, Dr. Imperiale menyoroti tidak adanya kelompok kontrol yang terdiri dari individu-individu yang berolahraga tetapi tidak mengikuti marathon. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang validitas hasil yang dianalisis.
Perspektif Masa Depan dan Pentingnya Kesadaran Kesehatan
Dr. Hamed Khalili dari Harvard Medical School menekankan bahwa temuan ini masih sangat awal. Dengan ukuran sampel yang kecil serta kelompok pembanding yang tidak tepat, kesimpulan yang ditarik masih bisa diperdebatkan.
Dia menegaskan perlunya penelitian lebih lanjut dengan skala yang lebih besar untuk memastikan keakuratan dari temuan ini. Meskipun demikian, Dr. Cannon menyampaikan pesan penting mengenai kesehatan: “Perdarahan setelah lari tidak boleh dianggap sepele. Ini adalah sinyal bahwa pemeriksaan medis sangat diperlukan.”
Penting bagi para atlet dan pelari untuk memperhatikan kondisi tubuh mereka dengan lebih serius, terutama ketika mengalami gejala yang tidak biasa. Proses pencegahan melalui pemeriksaan rutin bisa menjadi langkah awal untuk mendeteksi masalah kesehatan lebih dini.
Dengan meningkatnya partisipasi dalam olahraga ekstrem, penelitian ini memberi kita wawasan berharga tentang hubungan antara kebiasaan berlari dan kesehatan usus, yang penting untuk diperhatikan oleh banyak pelath dan penggemar olahraga.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








