Mal Tidak Gelar Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru, Berikut Alasannya
Table of content:
Perayaan Tahun Baru 2026 akan berlangsung berbeda di pusat-pusat perbelanjaan di Indonesia, di mana pesta kembang api ditiadakan. Pengelola pusat belanja menyatakan keputusan ini diambil sebagai wujud keprihatinan dan solidaritas terhadap bencana alam yang melanda beberapa daerah, termasuk di Sumatra, dan juga sebagai tindak lanjut kebijakan dari pemerintah.
Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia, Budihardjo Iduansjah, mengatakan bahwa semua anggota diimbau untuk tidak merayakan dengan berlebihan. Dalam situasi seperti ini, penting bagi pelaku usaha untuk menunjukkan rasa solidaritas dengan masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami telah mengingatkan semua anggota untuk menjalankan perayaan dengan penuh rasa hormat terhadap situasi saat ini,” jelas Budihardjo, menunjukkan komitmen industri ritel dalam berkontribusi pada situasi darurat nasional.
Pemberlakuan Kebijakan Tanpa Kembang Api di Berbagai Pusat Perbelanjaan
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Alphonzus Widjaja, menegaskan bahwa kebijakan tanpa kembang api merupakan langkah yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Hal ini mengindikasikan bahwa pusat perbelanjaan tidak hanya mematuhi regulasi, tetapi juga berupaya menciptakan suasana yang baik bagi masyarakat.
Banyak pengelola pusat perbelanjaan telah memutuskan untuk tidak melaksanakan pertunjukan kembang api. Contoh yang mencolok adalah AEON Mall BSD City, yang menyatakan secara resmi melalui media sosial mereka bahwa pertunjukan yang direncanakan tidak akan dilaksanakan demi kepedulian terhadap korban bencana.
Namun, AEON Mall BSD City memastikan bahwa perayaan Tahun Baru tetap berlangsung, meskipun tanpa kembang api. Mereka tetap menawarkan acara menarik seperti karaoke untuk menjaga semangat perayaan di kalangan pengunjung.
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta tentang Larangan Kembang Api
Kebijakan penggiatan perayaan tanpa kembang api ini juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan dalam rapat bahwa larangan tersebut berlaku tidak hanya untuk acara pemerintah, tetapi juga untuk acara yang diselenggarakan oleh pihak swasta, termasuk di hotel dan pusat perbelanjaan.
“Kami berkomitmen untuk tidak mengizinkan kembang api di seluruh Jakarta. Surat edaran resmi akan segera diterbitkan menyusul keputusan ini,” ungkap Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta.
Larangan ini dibuat sejalan dengan upaya untuk meningkatkan kesadaran akan empati terhadap masyarakat yang menghadapi bencana, dan diharapkan dapat memberikan semangat kepedulian di antara warga Jakarta.
Mainstreaming Budaya Perayaan yang Lebih Beretika
Pramono juga menekankan pentingnya menumbuhkan budaya perayaan yang lebih beretika dan penuh makna. Dengan menghilangkan kembang api, diharapkan masyarakat dapat lebih fokus pada refleksi dan rasa syukur tahun yang telah berlalu.
“Kami ingin agar Tahun Baru ini diwarnai dengan doa dan rasa syukur, bukan hanya sekadar pesta yang megah,” ujarnya, mendorong masyarakat untuk memperdalam makna perayaan tersebut.
Meskipun larangan formal lapangan dikeluarkan, Pramono mengakui bahwa pemerintah tidak dapat mengatur semua tindakan individu. Namun demikian, ia menyerukan kesadaran dan kedewasaan masyarakat untuk menghormati keputusan tersebut.
Kesadaran Kemanusiaan dalam Perayaan Tahun Baru
Sikap pengelola pusat perbelanjaan serta pernyataan pemerintah mencerminkan langkah besar menuju kesadaran kemanusiaan dalam konteks yang lebih luas. Tindakan tersebut menunjukkan bahwa meskipun acara dan perayaan bersifat hiburan, ada kalanya kita harus menempatkan aspek kemanusiaan di atas kepentingan pribadi.
Komunitas dan pelaku usaha diharapkan saling mendukung dalam menghadapi tantangan ini. Dengan cara ini, perayaan bukan hanya menjadi momen merayakan diri sendiri, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
Momen ini diharapkan dapat menjadi awal dari tradisi baru yang lebih inklusif dan peduli, di mana perayaan Tahun Baru tidak semata-mata untuk berpesta, tetapi juga untuk mengekspresikan rasa syukur dan solidaritas kepada mereka yang membutuhkan.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








