Tanggapan soal Kenaikan Harga Elektronik 2026 akibat Kelangkaan Chip
Table of content:
Harga barang elektronik seperti smartphone, TV, dan kamera diperkirakan akan melonjak secara signifikan tahun depan. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh lonjakan permintaan untuk komponen penting seperti chip dan RAM yang digunakan dalam pusat data AI.
Analisis menunjukkan bahwa permintaan yang tinggi dari raksasa teknologi seperti Google, Meta, dan Amazon untuk GPU dan memori menjadi faktor utama. Banyak pemasok chip global kini lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan besar ini daripada segmen konsumen.
Akibatnya, banyak produk yang menjadi langka di pasaran akibat kekurangan suplai. Hal ini menciptakan dampak langsung pada manufaktur barang elektronik yang biasanya tersedia untuk konsumen.
Peningkatan Permintaan dan Dampaknya pada Pasar
Peningkatan permintaan untuk solusi AI telah menciptakan kemacetan di berbagai area. Peter Hanbury dari perusahaan konsultan Bain & Company mengungkapkan bahwa situasi ini tidak hanya terasa pada level industri, tetapi juga berdampak pada konsumen.
Pabrikan dari berbagai jenis produk elektronik kini berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran menjadi masalah yang dapat mengganggu ketersediaan barang di toko-toko fisik maupun online.
Dalam konteks manufaktur, salah satu titik lemah adalah kapasitas hard disk drive (HDD) untuk pusat data yang semakin terbatas. Untuk mengatasinya, perusahaan seperti Google dan Microsoft beralih ke penggunaan solid state drive (SSD) yang lebih efisien dan cepat.
Kebijakan Perusahaan dan Peralihan Produksi Komponen
Pabrikan besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron kini telah mengalihkan kapasitas produksi DRAM dan NAND ke sektor enterprise. Keputusan ini diambil karena pasar enterprise dianggap lebih menguntungkan di tengah meningkatnya permintaan dari perusahaan besar.
CEO Alibaba, Eddie Wu, juga menyampaikan pandangannya mengenai kelangkaan komponen global. Ia menyebutkan bahwa proses pembangunan infrastruktur AI internal mereka terhambat karena kesulitan mendapatkan chip semikonduktor dan memori yang dibutuhkan.
Fakta ini menunjukkan bahwa tidak hanya pasar konsumsi yang terpengaruh, melainkan juga perkembangan teknologi yang lebih luas. Impedansi pasokan ini menjadi hambatan signifikan bagi perusahaan yang ingin berinovasi.
Prediksi Kenaikan Harga di Tahun yang Akan Datang
Berdasarkan ramalan dari Counterpoint Research, harga memori diperkirakan akan mengalami kenaikan sekitar 30% pada kuartal terakhir tahun ini. Mengingat tren ini, proyeksi lebih lanjut menunjukkan bahwa harga akan meningkat 20% lagi di awal tahun 2026.
Ketidakseimbangan kecil dalam penawaran dan permintaan dapat menghasilkan dampak yang cukup besar pada harga di pasaran. Tingginya kebutuhan akan High Bandwidth Memory (HBM) serta GPU memaksa produsen chip untuk lebih memprioritaskan produk ini ketimbang semikonduktor jenis lain.
Direktur Riset di Counterpoint Research, MS Hwang, juga menegaskan bahwa DRAM menjadi titik krusial. Terus berkembangnya investasi di bidang AI semakin memperburuk ketidakseimbangan dalam penawaran di pasar.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







