Kenaikan BEV 113 persen dan PHEV 3217 persen
Table of content:
Penjualan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dari Januari hingga November, dengan total distribusi mencapai 82.525 unit. Angka ini mencerminkan peningkatan yang mencolok sebesar 113 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menandakan meningkatnya minat serta adopsi terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), jumlah distribusi mobil listrik berbasis baterai pada 11 bulan sebelumnya hanya mencapai 38.677 unit. Selain itu, hasil distribusi hingga November 2025 juga menunjukkan pencapaian lebih baik dibandingkan dengan tahun penuh sebelumnya yang hanya memperoleh 43.188 unit.
Di samping itu, Gaikindo juga melaporkan pertumbuhan signifikan pada segmen elektrifikasi lainnya, yaitu mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) selama Januari hingga November 2025. Ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik mulai beragam dengan kehadiran berbagai jenis teknologi elektrifikasi.
Pertumbuhan Pesat Mobil Listrik di Indonesia
Data terbaru menunjukkan bahwa distribusi mobil listrik berbasis baterai telah melesat jauh, memberikan indikasi positif bagi perkembangan industri otomotif di Indonesia. Lonjakan penjualan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk insentif pemerintah serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai beralih dari kendaraan konvensional ke alternatif yang lebih berkelanjutan. Merebaknya informasi mengenai manfaat lingkungan serta efisiensi biaya operasi menjadi faktor pendorong utama di balik fenomena ini.
Berbagai produsen mobil juga berlomba-lomba menghadirkan produk-produk baru yang lebih menarik di segmen mobil listrik, menciptakan kompetisi yang sehat. Hal ini berimbas pada inovasi teknologi dan penurunan harga, yang semakin membuat mobil listrik dapat diakses oleh lebih banyak orang.
Kenaikan Drastis di Segmen PHEV
Dalam segmen PHEV, Indonesia mencatat pertumbuhan luar biasa, naik hingga 3.217 persen menjadi 4.312 unit dibandingkan 11 bulan sebelumnya yang hanya mencatat 130 unit. Lonjakan ini mencerminkan minat yang meningkat terhadap teknologi hibrida yang memadukan keunggulan kendaraan listrik dan mesin konvensional.
Kenaikan tajam dalam penjualan PHEV menunjukkan bahwa konsumen mulai mengadopsi kendaraan yang menawarkan fleksibilitas dalam hal penggunaan energi. Ini juga mengindikasikan bahwa masyarakat mulai melihat manfaat dari teknologi hibrida sebagai solusi transisi menuju kendaraan listrik sepenuhnya.
Pencapaian ini bukan hanya menguntungkan bagi produsen, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan dengan pengurangan emisi karbon. Kendaraan PHEV menawarkan jalan tengah bagi konsumen yang sebelumnya ragu beralih ke kendaraan listrik murni.
Permintaan Mobil Hybrid dan Mobil Konvensional
Di sisi lain, pasar untuk mobil hybrid mengalami peningkatan yang lebih moderat, dengan permintaan naik enam persen menjadi 57.311 unit. Hal ini menunjukkan bahwa meski berada di bawah perhatian utama kendaraan listrik, mobil hybrid tetap memiliki pangsa pasar yang stabil.
Walaupun pertumbuhannya tidak secepat mobil listrik penuh dan PHEV, permintaan yang terus meningkat menunjukkan bahwa konsumen masih mencari opsi yang lebih efisien. Selain itu, distribusi mobil hybrid pada tahun sebelumnya mencapai 59.903 unit, memperlihatkan evolusi pasar yang terus berlanjut.
Sebaliknya, distribusi mobil konvensional, terutama kategori LCGC, menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada periode ini, distribusi ke dealer merosot 31 persen menjadi 112.151 unit, dari 162.320 unit pada tahun lalu.
Dampak Penjualan Mobil Listrik Terhadap Pasar Konvensional
Penyusutan permintaan untuk mobil konvensional juga dicatat di kategori lain, luar program LCGC, yang turun sebesar 15 persen. Dari 530.804 unit menjadi 453.785 unit, ini merupakan tanda jelas bahwa pasar kendaraan mulai beralih dari konvensional ke elektrifikasi.
Tren ini menandakan bahwa konsumen semakin teredukasi mengenai keuntungan menggunakan kendaraan listrik. Dengan semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik yang terjangkau di pasaran, daya tarik mobil konvensional semakin menurun.
Secara keseluruhan, penurunan pasar mobil konvensional sejalan dengan meningkatnya popularitas kendaraan listrik murah. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan paradigma dalam memilih kendaraan mulai terjadi di kalangan konsumen Indonesia.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








