Trump Permudah Produksi Mobil Bensin di AS Meski Menolak Mobil Listrik
Table of content:
Presiden Amerika Serikat baru-baru ini mengusulkan untuk menurunkan standar efisiensi bahan bakar minyak yang telah diterapkan sebelumnya. Langkah ini dianggap mampu memberikan kemudahan kepada produsen otomotif dalam menjual kendaraan berbahan bakar internal combustion engine (ICE).
Usulan ini muncul sebagai respons terhadap upaya yang dilakukan oleh mantan presiden untuk mendorong masyarakat beralih ke mobil listrik. Penurunan standar ini menjadi kontroversial, karena bisa berpengaruh besar terhadap industri mobil masa depan.
Menurut laporan, Presiden AS mengklaim bahwa masyarakat masih memiliki minat yang tinggi terhadap kendaraan berbahan bakar minyak. Hal ini membuatnya mempertimbangkan kembali beberapa kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Usulan Penurunan Standar Efisiensi Bahan Bakar
Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) memberikan proposal untuk menurunkan syarat efisiensi bahan bakar bagi model kendaraan dari 2022 hingga 2031. Rata-rata efisiensi yang ditargetkan adalah 14,6 km per liter, jauh lebih rendah dibandingkan dengan standar yang sebelumnya ditetapkan.
Dengan kebijakan ini, NHTSA berharap produsen otomotif dapat lebih leluasa dalam memproduksi kendaraan berbahan bakar fosil. Namun, hal ini menimbulkan kekhawatiran karena dapat menghambat transisi ke kendaraan listrik.
NHTSA mengusulkan agar penurunan ini dilakukan secara bertahap. Meskipun demikian, ada elemen yang menyatakan bahwa perubahan ini dapat menambah beban lingkungan hidup di masa yang akan datang.
Dampak Ekonomi dari Penurunan Standar
Usulan penurunan standar efisiensi bahan bakar diperkirakan akan berdampak pada biaya awal kendaraan bagi konsumen. Dengan rincian yang ada, rata-rata biaya kendaraan diperkirakan akan berkurang hingga sekitar US$930.
Namun, ada juga proyeksi yang menunjukkan bahwa hal ini dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar yang cukup signifikan dalam jangka panjang. Bahkan, NHTSA memperkirakan bahwa dampak terhadap biaya bahan bakar dapat mencapai US$185 miliar bagi warga negara AS.
Kenaikan emisi karbon dioksida sekitar 5 persen juga menjadi perhatian dari para ahli lingkungan. Masing-masing dampak ini harus dipertimbangkan dengan matang dalam setiap kebijakan yang diambil.
Perubahan dalam Program Perdagangan Kredit
Di samping itu, ada perubahan besar yang diusulkan terkait program perdagangan kredit di industri otomotif. Penghapusan perdagangan kredit antarprodusen diharapkan dapat membawa dampak signifikan pada profitabilitas beberapa merek mobil listrik.
Transformasi ini bisa merugikan produsen yang bergantung pada penjualan kredit untuk mendukung biaya operasional mereka. Misalnya, perusahaan mobil berbasis listrik yang telah menjual kredit kepada produsen mobil berbahan bakar minyak bisa menghadapi tantangan baru.
Pihak NHTSA menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk mengurangi emisi yang dianggap terlalu tinggi jika dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya. Oleh karena itu, kritik terhadap kebijakan ini muncul dari berbagai pihak yang khawatir akan dampak negatifnya.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







