100 Angkot Tua Jakarta Akan Diganti Mikrotrans Listrik Mulai Desember
Table of content:
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan rencana ambisius untuk meremajakan layanan transportasi umum di ibu kota. Dalam usaha ini, seratus unit angkot tua akan diganti dengan Mikrotrans listrik yang dilengkapi dengan berbagai fitur modern untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang.
Staf Khusus Gubernur DKI Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyatakan bahwa langkah ini merupakan sebuah upaya yang bertujuan untuk memodernisasi transportasi umum di Jakarta. Dia juga menekankan pentingnya keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna layanan transportasi ini.
“Sebanyak 100 unit angkot tua akan diganti dengan Mikrotrans berkonsep Electric Vehicle (EV),” ujar Chico. Kendaraan baru ini akan dilengkapi dengan AC, CCTV, GPS, serta berbagai fitur keselamatan lainnya yang diharapkan dapat memberikan pengalaman lebih baik bagi penumpang.
Chico juga memastikan bahwa peremajaan angkutan umum ini tidak akan mengubah jumlah sopir yang ada. Melalui program ini, sopir-sopir yang sudah ada akan diberikan pelatihan ulang untuk dapat mengemudikan kendaraan baru tersebut, menandakan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pengemudi.
Transformasi Layanan Transportasi Melalui Inovasi Teknologi
Pemerintah DKI Jakarta menyadari bahwa transportasi umum yang efisien dan aman adalah faktor penting dalam meningkatkan mobilitas warga. Dengan mengimplementasikan teknologi yang lebih canggih, seperti vaksinasi listrik untuk transportasi, pemerintah berharap dapat mengurangi polusi udara dan memberikan manfaat lebih bagi kesehatan masyarakat.
Teknologi baru yang diterapkan pada Mikrotrans ini, seperti GPS dan CCTV, akan memberikan keamanan yang lebih terjamin bagi penumpang. Selain itu, fitur AC di dalam kendaraan akan menjadikan perjalanan lebih nyaman, terutama di tengah cuaca Jakarta yang sering kali panas.
Langkah ini sejalan dengan tren global yang semakin mengutamakan kehadiran kendaraan ramah lingkungan. Dengan mengadopsi sistem transportasi yang lebih berkelanjutan, Jakarta berharap dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.
Selain itu, program ini juga menyasar generasi muda sebagai calon pengguna utama transportasi umum. Dengan kehadiran transportasi yang lebih modern dan nyaman, diharapkan generasi muda akan lebih tertarik untuk menggunakan angkutan umum dibandingkan kendaraan pribadi.
Mendukung Pemberdayaan Sopir Melalui Pelatihan
Program peremajaan ini juga memiliki fokus besar terhadap pemberdayaan sopir angkot yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi umum di Jakarta. Untuk memastikan bahwa sopir dapat beradaptasi dengan kendaraan baru dan teknologi yang ada, pelatihan akan diberikan secara mendalam.
Pelatihan ini akan dilakukan oleh TransJakarta Academy, dan mencakup berbagai topik penting seperti Defensive Driving, Service Excellence, Safety & Emergency, serta penggunaan sistem Digital Ticketing. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan sopir saat melayani penumpang.
Setiap sopir yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh LSP TransJakarta, yang diakui secara nasional. Sertifikat ini berlaku selama tiga tahun dan diharapkan dapat menambah nilai pada portofolio sopir sebagai tenaga kerja profesional di bidang transportasi.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para sopir dapat tidak hanya menjadi pengemudi yang handal namun juga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang, menjadikan pengalaman menggunakan transportasi umum di Jakarta semakin menyenangkan.
Rencana Tahap Peremajaan yang Terstruktur
Pemerintah DKI Jakarta merencanakan peremajaan ini dalam dua tahap yang jelas. Pada tahap pertama, sekitar 50 unit Mikrotrans listrik diharapkan sudah dapat beroperasi mulai bulan Desember 2025. Selanjutnya, 50 unit lainnya akan menyusul pada bulan Februari 2026.
Dalam proses ini, mitra operator seperti KWK, Mayasari Bakti, dan Steady Safe akan dilibatkan untuk memastikan operasional armada baru ini berjalan lancar. Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat transisi dan memudahkan integrasi antara angkutan lama dan baru.
Implementasi bertahap diharapkan dapat memberikan waktu bagi sopir untuk menyesuaikan diri dengan kendaraan baru dan teknologi yang diterapkan. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk mengevaluasi efektivitas angkutan baru sebelum seluruh armada beroperasi secara penuh.
Melalui struktur perencanaan yang matang ini, Pemprov DKI berharap dapat menghasilkan sebuah sistem transportasi umum yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Jakarta.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now








