Indonesia Pasar Produk Halal Terbesar namun Mayoritas Masih Impor
Table of content:
Indonesia dikenal sebagai pasar utama untuk produk makanan halal, dengan konsumsi yang terus meningkat. Meskipun demikian, mayoritas produk yang dikonsumsi oleh masyarakat Muslim di Indonesia berasal dari negara-negara non-Muslim, menunjukkan adanya tantangan besar dalam industri ini.
Direktur Ekonomi Syariah di Bappenas, Rosy Wediawaty, menyatakan bahwa Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan potensinya sebagai salah satu produsen makanan halal terbesar. Data menunjukkan bahwa sebagian besar makanan halal di Indonesia adalah impor, yang menjadi indikasi bahwa ada peluang yang belum tergarap.
Rosy juga menjelaskan bahwa peran pelaku industri domestik sangat dibutuhkan untuk memenuhi permintaan di pasar yang besar ini. Dengan meningkatkan jumlah produk bersertifikat halal, Indonesia tidak hanya bisa menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang kompetitif di tingkat global.
Indonesia sebagai Pusat Konsumsi Makanan Halal Global
Hal ini berarti Indonesia memiliki sirkulasi pasar yang kuat untuk makanan halal. Dengan lebih dari 230 juta penduduk Muslim, permintaan akan produk halal terus meningkat pesat.
Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun Indonesia menjadi pasar terbesar, penguasaan pasar global masih di tangan negara lain. Ini menunjukkan bahwa pengembangan industri domestik sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Rosy menekankan bahwa situasi ini memberikan peluang baru bagi pengusaha di Indonesia. Mereka harus berusaha keras untuk mendapatkan sertifikasi halal agar produk mereka diakui secara internasional.
Peluang dan Tantangan dalam Sertifikasi Halal
Jumlah pelaku usaha yang memiliki sertifikasi halal saat ini sangat rendah. Dari 56,2 juta pelaku usaha di Indonesia, hanya sekitar 2,2 juta yang telah mendapatkan sertifikasi.
Ketidaktersediaan sertifikasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha lokal. Maka, upaya peningkatan pemahaman mengenai pentingnya sertifikasi halal harus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan sektor ini.
Rosy menambahkan bahwa pendidikan tentang ekonomi syariah dan keuangan halal perlu diperluas agar pengusaha lebih siap untuk memasuki pasar global. Melalui pelatihan dan sosialisasi, mereka bisa memahami nilai dan keuntungannya.
Strategi Mengembangkan Industri Halal Nasional
Bagi Indonesia, pengembangan produk halal tidak hanya akan berfokus pada konsumsi domestik, tetapi juga eksportasi. Hal ini membuka peluang bagi negara untuk bersaing di pasar internasional, terutama dengan negara-negara tetangga yang sudah lebih dahulu maju.
Strategi yang bisa diambil meliputi peningkatan kualitas produk, inovasi dalam pemasaran, dan perluasan jaringan distribusi. Dengan begitu, produk halal Indonesia akan lebih dikenal di kancah global.
Tidak kalah penting adalah kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga terkait untuk memperkuat infrastruktur yang mendukung sektor ini. Sinergi tersebut dapat membantu mempermudah proses sertifikasi dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Join channel telegram websitekami.com agar tidak ketinggalan berita loker terbaru lainnya
Join now







